Sunday, 10 March 2013

Penyelidikan Wabah

Nama  : Ratri Rokhana
NIM    : 25010110120115
TUGAS PENYELIDIKAN WABAH

1.      Definisi wabah/KLB/outbreak
Ø  Wabah adalah berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi daripada keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka ( Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 949/MENKES/SK/ VIII/2004 tentang pedoman penyelenggaraan sistem kewaspadaan dini kejadian luar biasa (KLB))
Ø  Wabah adalah peningkatan kejadian kesakitan/kematian yang meluas secara sepat baik dalam jumlah kasus maupun luas daerah penyakit dan dapat menimbulkan malapetaka (Undang-Undang Wabah tahun 1969)
Ø  Wabah adalah suatu peningkatan kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi daripada keadaan lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka (Undang-Undang Republik Indonesia No.4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular)
Ø  Outbreak adalah peningkatan insidensi kasus yang melebihi ekspektasi normal secara mendadak pada suatu komunitas, di suatu tempat terbatas misalnya desa, kecamatan, kota, atau institusi yang tertutup (misalnya sekolah, tempat kerja atau pesantren) pada suatu periode waktu tertentu (Gerstman, 1998 dan Last, 2001)
Kriteria kejadian luar biasa (Keputusan Ditjen PPM No 451/91) tentang Pedoman Penyelidikan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa, antara lain:
a)    Timbulnya suatu penyakit menular yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal
b)  Peningkatan kejadian penyakit terus menerus selama 3 kurun waktu berturut-turut menurut penyakitnya (jam, hari, minggu)
c)  Peningkatan kejadian penyakit/kematian dua kali lipat atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya (jam, hari, minggu, bulan, tahun)
d)   Jumlah penderita baru dalam satu tahun menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau lebih bila dibandingkan dengan angka rata-rata perbulan dalam tahun sebelumnya

2.      Perbedaan survey, surveilans, penyelidikan epidemiologi dan penyelidikan wabah
Ø  Survey adalah suatu kegiatan yang dilakukan di lapangan untuk mendapatkan suatu data atau informasi sesuai dengan yang dibutuhkan. Tujuan survey yaitu menyajikan informasi secara kuantitatif dan teliti dari permukaan bumi, mencakup keadaan alam maupun keadaan yang telah diubah oleh aktivitas manusia (Ardiati, 2009)
Ø  Surveilans epidemiologi adalah suatu rangkaian proses pengamatan yang terus menerus sistematik dan berkesinambungan dalam pengumpulan data, analisa dan interpretasi data kesehatan dalam upaya untuk menguraikan dan memantau suatu peristiwa kesehatan agar dapat dilakukan penanggulangan yang efektif dan efisien terhadap masalah kesehatan masyarakat tersebut (Ditjen PPM & PL Depkes RI, 2003)
Surveilans adalah proses pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi data secara sistematik dan terus menerus serta penyebaran informasi kepada unit yang membutuhkan untuk mengambil tindakan (WHO, 2002)
Ø  Penyelidikan epidemiologi adalah suatu kegiatan penyelidikan atau survey yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran terhadap masalah kesehatan atau penyakit secara lebih menyeluruh (Hariyana, 2007)
Ø  Penyelidikan wabah adalah kegiatan mencegah meluasnya (penanggulangan) dan terulangnya wabah di masa yang akan datang (pengendalian) (Bres, 1986)

Tabel perbedaan antara survey, surveilans epidemiologi, penyelidikan epidemiologi dan penyelidikan wabah


Perbedaan
Survey
Termasuk dalam langkah penyelidikan wabah
Merupakan kegiatan penelitian
Surveilans epidemiologi
Kegiatan terus menerus dan sistematis serta evaluasi terhadap kegiatan penanggulangan wabah
Salah satu sumber datanya adalah hasil penyelidikan wabah
Penyelidikan epidemiologi
Kegiatan penyelidikan untuk mendapatkan gambaran masalah kesehatan secara lebih menyeluruh
Penyelidikan wabah
Kegiatan yang bertujuan untuk mencegah meluasnya (penanggulangan) dan terulangannya wabah di masa yang akan datang (pengendalian)

REFERENSI
Ardiati, Levina. 2009. Pengembangan Sistem-Literatur. (online). http://www.lontar.ui.ac.id/file?file=digital/125435-S-5643-Pengembangan%20sistem-Literatur.pdf. Diakses pada tanggal 6 Maret 2013
Bres P. 1986. Public Health Action in Emergencies Caused by Epidemic: A Practical Guide. Geneva: World Health Organization
Dinkes-Sulsel. 2004. Peraturan Menteri Republik Indonesia Nomor 949/MENKES/SK/VIII/2004 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Biasa (KLB). (online). http://dinkes-sulsel.go.id/new/image/pdf/Peraturan/kmk%20kewaspadaan%20klb%20949-2004.pdf. Diakses pada tanggal 6 Maret 2013
Ditjen PPM & PL Departemen Kesehatan RI. 2003. Surveilans Epidemiologi dan Penanggulangan KLB
Gerstman, BB. 1998. Epidemiology Kept Simple: An Introduction to Classic and Modern Epidemiology. New York: Wiley-Liss, Inc
Hariyana. 2007. Pengembangan Sistem Informasi Surveilans Epidemiology Demam Berdarah Dengue untuk Kewaspadaan Dini dengan Sistem Informasi Geografis di Wilayah Dinas Kesehatan Jepara (Studi Kasus di Puskesmas Mlonggo I). Undiprint
Keputusan Ditjen PPM & PL No. 551 Tahun 1991 tentang Pedoman Penyelidikan dan Penanggulangan KLB
Last, JM. 2001. A Dictionary of Epidemiology. New York: Oxford University Press, Inc
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1984 tentang Penyakit Menular
Undang-Undang Wabah Tahun 1969
WHO. 2002. Surveilance: slides. (online). http://www.who.int. Diakses pada tanggal 10 Maret 2013
Ard

No comments:

Post a Comment

Post a Comment